Sabtu, 26 November 2011

Menghitung Leverage dan Margin

Apa itu Leverage?

Leverage adalah pinjaman dari broker yang diberikan kepada trader, sehingga dana trader memiliki daya beli yang lebih besar. Leverage dinotifikasikan sebagai rasio perbandingan, misal 1:1, 1:100, 1:500, dan sebagainya. Artinya, kalau ada dana $100 di leverage 1:100 maka $100 tersebut memiliki kekuatan setara $10.000. Jika leverage 1:500, maka dana $100 tadi memiliki kemampuan untuk melakukan transaksi setara $50.000 atau 500x lipat lebih besar dari nominal dana itu sendiri.

Contract Size

Untuk contract size, harus dikonversikan ke USD. Pair yang berawalan dengan USD/xxx seperti USD/JPY, USD/CHF, USD/CAD, dsb memiliki contract size 1 lot = $100.000 (sudah dalam $, tidak perlu dikonversi). Sedangkan yang berawalan dengan mata uang non USD, misal EUR/USD memiliki kontrak size 1 lot = EUR 100.000 yang artinya setara dengan( EUR 100.000 x 1,435 ) USD atau $143.500 pada saat kurs EUR/USD 1,435. Berarti, jika EUR/USD naik menjadi 1,45 maka contract size akan berubah lagi.

Apa itu Margin?

Margin merupakan jaminan yang diberikan kepada broker setiap kali membuka posisi. Besar kecilnya margin dipengaruhi oleh leverage dan besarnya volume trading (lot) yang dibuka oleh trader. Rumus perhitungan margin adalah : Leverage x Volume (Lot) x Contract Size. Jika kita tidak memperhatikan margin, bisa-bisa akun trading kita terkena margin call

Ilustrasi

Untuk mempermudah pemahaman, mari kita simak ilustrasi di bawah ini. Broker yang diambil sebagai contoh adalah Masterforex, yang memiliki contract size 1 lot = $100.000 dan fasilitas leverage hingga 1:500.

Leverage 1:1 – 1 lot EUR/USD di harga 1,4350

Margin yang diperlukan = (1/1) x 1 lot x (EUR 100.000 x 1,4350) = $143.500 — Artinya di sini, dibutuhkan dana MINIMAL (Free Margin) $143.500 untuk bisa membuka posisi 1 lot EUR/USD di leverage 1:1

Leverage 1:100 – 1 lot EUR/USD di harga 1,4350

Margin yang diperlukan =(1/100) x 1 lot x (EUR 100.000 x 1,4350) = $1.435 — Artinya di sini, dibutuhkan dana MINIMAL(Free Margin) $1.435 untuk bisa membuka posisi 1 lot EUR/USD di leverage 1:100

Leverage 1:500 – 1 lot EUR/USD di harga 1,4350

Margin yang diperlukan = (1/500) x 1 lot x (EUR 100.000 x 1,4350) = $287 — Artinya di sini, dibutuhkan dana MINIMAL(Free Margin) $287 untuk bisa membuka posisi 1 lot EUR/USD di leverage 1:500

Leverage 1:500 – 0,1 lot EUR/USD di harga 1,4350

Margin yang diperlukan = (1/500) x 0,1 lot x (EUR 100.000 x 1,4350) = $28,7 — Artinya di sini, dibutuhkan dana (Free Margin) HANYA $28,7 untuk bisa membuka posisi 0,1 lot EUR/USD di leverage 1:500
Leverage 1:500 – 1 lot USD/JPY di harga berapapun (karena contract size sudah dalam USD)
Margin yang diperlukan = (1/500) x 1 lot x ($100.000) = $200 — Artinya di sini, dibutuhkan dana MINIMAL (Free Margin) $200 untuk bisa membuka posisi 1 lot USD/JPY di leverage 1:500
Leverage 1:500 – 0,1 lot USD/JPY di harga berapapun (karena contract size sudah dalam USD)

Margin yang diperlukan = (1/500) x 0,1 lot x ($100.000) = $20 — Artinya di sini, dibutuhkan dana (Free Margin) HANYA $20 untuk bisa membuka posisi 1 lot USD/JPY di leverage 1:500

===================================
- leverage 1:100 artinya (1/100)x100% = 1%
- leverage 1:200 artinya (1/200)x100% = 0.5%
- leverage 1:500 artinya (1/500)x100% = 0.2%
===================================

Cara menghitung margin (jaminan) yang dipakai untuk bertransaksi Pada umumnya
1 lot = quantity contract size $100,000
0.1 lot = quantity contract size $10,000
0.01 lot = quantity contract size $1000

Untuk mata uang yang base currencynya adalah USD (USD/XXX):
(contoh: USD/JPY, USD/CHF) , maka cara perhitungan marginnya yaitu :
Margin = Jumlah Lot x 100000 x %margin (untuk yang memakai satuan Lot) atau Margin = Quantity Contract Size x %margin (untuk yang memakai satuan Quantity)

Contoh 1:

Anda melakukan order BUY di mata uang USD/JPY sebanyak 1 lot dengan leverage 1:100, maka perhitungan marginnya yaitu :
Margin = 1 x 100000 x 1%= $1000

Contoh 2:

Anda melakukan order SELL di mata uang USD/CHF sebanyak 0.3 lot dengan leverage 1:200, maka perhitungan marginnya yaitu :

Margin = 0.3 x 100000 x 0.5%= $150

Untuk mata uang yang base currencynya adalah yang bukan USD (XXX/USD): (contoh: EUR/USD, GBP/USD), maka cara perhitungan margin jaminannya harus dijadikan ke kurs USDollar dahulu, yaitu dengan cara:

untuk yang memakai satuan Lot)
Margin = Jumlah Lot x 100000 x %margin x Harga quote kurs saat itu Atau (untuk yang memakai satuan Quantity) Margin = Quantity Contract Size x %margin x Harga quote kurs saat itu

Contoh 1:
Anda melakukan order BUY (Ask) di mata uang EUR/USD sebanyak 1 lot dengan leverage 1:100 dan harga kurs Bid/Ask-nya saat itu adalah 1.2998/1.3000, maka perhitungan marginnya yaitu:

Margin = 1 x 100000 x 1% x 1.3000 = $1300

Contoh 2:
Anda melakukan order SELL (Bid) di mata uang GBP/USD sebanyak 0.2 lot dengan leverage 1:500 dan harga kurs Bid/Ask-nya saat itu adalah 1.9010/1.9014, maka perhitungan marginnya yaitu:

Margin = 0.2 x 100000 x 0.2% x 1.9010 = $76

Kesalahan Persepsi

Seringkali terdapat kesalahan persepsi bahwa profit dan loss, atau nilai per pip antara 1:1 dan 1:500 berbeda. Pandangan ini tidaklah benar, kita ambil contoh di Masterforex, 1 lot pada 1:1 bernilai $10/pip maka di 1:500 pun 1 lot akan bernilai $10/pip. Yang berbeda akibat leverage hanya besaran margin, sehingga mempengaruhi besarnya lot maksimal yang bisa dibuka. Misal Anda memiliki dana di $1000, maka di 1:500 bisa membuka hingga 5 lot USD/JPY sedangkan di 1:100 hanya bisa membuka 1 lot USD/JPY saja.

PERINGATAN!

Leverage menguntungkan di satu sisi, karena akan memberikan keuntungan yang lebih besar dan mengijinkan kita bermain forex dengan modal yang lebih kecil. Namun di sisi lain, dengan leverage 1:500 kita bisa membuka posisi yang jauh dari kemampuan dana kita. Oleh karena itu, bijaksanalah dengan leverage dan margin Anda, karena kerugian yang diderita bisa lebih besar dari kemampuan kita, akibat kurangnya pemahaman terhadap resiko dari leverage dan margin ini

sumber : http://haloforex.com

Minggu, 20 November 2011

Tanda-tanda Tubuh Kurang Tidur

Tubuh tak bisa dibohongi bila kurang tidur.
Kurang tidur bisa berakibat fatal, maka itu penting untuk mengetahui
tanda-tanda tubuh yang kurang tidur.

"Tidur sangat penting untuk kelangsungan hidup, sama halnya dengan makan," kata Dr Maria Susan Ester, presiden American Academy of Sleep Medicine (AASM)

Tak hanya mengistirahatkan otot, tidur juga memberi kesempatan
bagi sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi hormon-hormon imunitas.
Agar regulasi tersebut tidak terganggu, secara alami tubuh juga
melepaskan hormon yang memicu rasa kantuk pada waktu-waktu tertentu.

Kurang tidur yang kronis dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, seperti
tekanan darah tinggi, obesitas (kegemukan), depresi, produksi hormon
tidak teratur, sistem kekebalan tubuh lemah, penurunan memori, murah
marah dan penurunan konsentrasi.

Berikut 5 tanda tubuh kurang tidur atau butuh tidur yang lebih banyak lagi, yaitu:

1. Terus merasa lapar atau tidak lapar sama sekali
Kurang tidur bisa membuat orang ingin makan terus dengan porsi yang lebih
banyak atau bahkan sama sekali tidak merasa lapar. Ini disebabkan oleh
jam internal tubuh yang tidak normal, sehingga banyak orang yang kurang
tidur mengalami kenaikan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba.

2. Kehilangan fokus
Orang yang kurang tidur bisa mengalami Attention Deficit Disorder,
yaitu gangguan perhatian yang menyebabkan respon motorik menjadi lebih
lambat dan tidak akurat, refleks berkurang dan tidak bisa fokus pada
satu aktivitas.

3. Kehilangan memori jangka pendek

"Otak perlu tidur untuk menyegarkan dan beregenerasi. Tanpa itu, memori
jangka pendek mungkin terganggu," jelas Dr Neil Kline dari American
Sleep Association.

4. Mengantuk sepanjang hari
Minuman berkafein, musik yang keras atau apapun usaha untuk membuat orang tetap
terjaga hanyalah bersifat sementara dan tidak akan membuat kewaspadaan
jangka panjang. Kurang tidur bisa membuat orang merasa letih dan
mengantuk sepanjang hari.

5. Mudah sakit
Perbaikan sistem kekebalan tubuh dapat diperkuat saat orang tidur. Kurang
istirahat dapat membuat daya tahan tubuh melemah, sehingga mudah
terinfeksi virus maupun bakteri. Biasanya penyakit yang paling mudah menyerang orang yang kurang tidur adalah influenza.

Istirahat yang cukup penting untuk memulihkan tenaga dan sistem kekebalan tubuh.
Tidak bisa ditawar-tawar lagi, rata-rata orang dewasa membutuhkan 6-7
jam untuk tidur setiap harinya.